Minggu, 22 Februari 2015

My Father ­── My Inspiration



(( My Father was my teacher. But most importantly he was a great dad Ever. ))


Banyak orang bilang setiap anak perempuan akan lebih dekat dengan ayah, yaaaaaa dan statement tersebut juga berlaku untukku yang sedari kecil bisa dibilang “Anak Ayah Banget” alias“Daddy’s girl max.” yaah maklum aku adalah anak perempuan satu-satunya. Kita sering pergi kemana-mana berdua travelling bareng, makan berdua, tidur ditemenin, okee bisa dibilang partner kemana dan dimana saja, apalagi akhir-akhir ini jiwa mudanya yang kembali mencuat dan mau tidak mau jadilah kita (pasangan Ayah-Anak) nurutin keinginan ayah untuk #explore jogja dan posting di instagramnya (buset dah bapa gue kaum gaul) hahaha.




Ayah, 

Ya begitu aku memanggilnya sejak aku lahir. Walaupun bukan seorang sarjana, walaupun terlahir bukan dari kalangan berada, tapi aku bangga mempunyai ayah seperti Dia Penyemangat hidupku, Motivator ulung di kehidupanku. Berangkat pagi pulang petang, Rutinitas ayah setiap hari.
 jika hari besar, bahkan lebaran harus merelakan tidak bersama kami (ibu-ulya-dimas-dan kevin) dan memilih untuk bersama Kereta Api di Stasiun, yah mau bagaimana lagi ? tuntutan pekerjaan tapi kami selalu ikhlas menghabiskan masa lebaran hanya ber 4. 

Aku bangga memiliki seorang ayah seperti ayahku, jiwa mudanya tak pernah surut meskipun tahun demi tahun semakin bermunculan satu persatu rambut putih tapi dia tak pernah takut untuk menjadi tua, dan mungkin hanya satu yang kutakuti seiring bertambahnya umur ayah, yaitu aku tidak akan bisa sesering mungkin bermanja manja di pangkuannya lagi sesering dulu yahh karena waktu pertemuan kamipun seminggu satu kali.
Ada dua pesan yang akan selalu terekam di memori : “jadilah wanita mandiri jangan bergantung pada laki-laKi” dan  “jadilah sarjana pertama di keluarga kita nduk”. 

I’ll do it Daddy and make you proud

 
November - 2000

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar